<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<title>Tesis</title>
<link href="http://159.65.2.74:8080/xmlui/handle/123456789/4" rel="alternate"/>
<subtitle>Tesis Mahasiswa STT Amanat Agung (Graduate theses by STTAA students)</subtitle>
<id>http://159.65.2.74:8080/xmlui/handle/123456789/4</id>
<updated>2026-07-28T05:13:04Z</updated>
<dc:date>2026-07-28T05:13:04Z</dc:date>
<entry>
<title>Pengembangan Program Kelompok Tumbuh Bersama (KTB) untuk Meningkatkan Kehidupan Spiritualitas dan Dedikasi Guru-guru SD Kristen Banyumas</title>
<link href="http://159.65.2.74:8080/xmlui/handle/123456789/784" rel="alternate"/>
<author>
<name>Zakaria Febrianto</name>
</author>
<id>http://159.65.2.74:8080/xmlui/handle/123456789/784</id>
<updated>2026-07-02T03:46:53Z</updated>
<published>2026-05-26T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Pengembangan Program Kelompok Tumbuh Bersama (KTB) untuk Meningkatkan Kehidupan Spiritualitas dan Dedikasi Guru-guru SD Kristen Banyumas
Zakaria Febrianto
enelitian ini dibuat untuk mengembangkan program Kelompok Tumbuh Bersama (KTB) guna meningkatkan kualitas spiritualitas dan dedikasi guru di SD Kristen Banyumas. Masalah utama yang melatarbelakangi penelitian ini adalah adanya kesenjangan antara rutinas kehadiran guru dalam KTB mingguan dengan dampak nyata pada integritas hidup serta dedikasi mengajar mereka. Di tengah tantangan sebagai minoritas di lingkungan masyarakat yang 98,2% beragama Islam, guru Kristen di SDK Banyumas dituntut memiliki ketangguhan rohani dan kesaksian hidup yang konsisten melalui profesi mereka. Penulis menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan model penelitian dan pengembangan. Data dikumpulan melalui studi pustaka, observasi dan wawancara mendalam. Dari hasil penelitian kemudian penulis mengembangkan kurikulum program KTB untuk 20 pertemuan yang dibagi ke dalam empat fase progresif: 1) Membangun Fondasi Komunitas yang Aman, 2) Menghadapi Tantangan Internal dengan Jujur, 3) Membangun Karakter Pelayan yang Tangguh, 4) Mengintegrasikan Iman dan Panggilan Mengajar. Pengembangan program ini dirancang untuk mentransformasikan paradigma guru dari sekedar menjalankan pekerjaan menjadi penghayatan panggilan pelayanan yang berintegritas dan berdampak bagi peserta didik.
</summary>
<dc:date>2026-05-26T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Desain Pelatihan Pengembangan Kompetensi Pedagogi Kristen Guru-guru di Sekolah Kasih Yobel</title>
<link href="http://159.65.2.74:8080/xmlui/handle/123456789/782" rel="alternate"/>
<author>
<name>Frankie Suthya</name>
</author>
<id>http://159.65.2.74:8080/xmlui/handle/123456789/782</id>
<updated>2026-07-01T04:15:34Z</updated>
<published>2026-05-26T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Desain Pelatihan Pengembangan Kompetensi Pedagogi Kristen Guru-guru di Sekolah Kasih Yobel
Frankie Suthya
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan program pelatihan yang secara efektif dapat memberdayakan guru-guru di lingkungan Sekolah Kasih Yobel (SKY) agar mampu mengembangkan kompetensi pedagogi Kristen secara simultan, berkesinambungan, dan mandiri. Proyek akhir ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan mendesak bagi para guru untuk mengintegrasikan iman dan nilai-nilai Kristiani ke dalam proses pembelajaran sesuai dengan Kurikulum Pendidikan Kristen (KPK) SKY, di tengah kenyataan bahwa institusi tersebut belum memiliki bahan dan program pelatihan yang sistematis dan terstruktur untuk mendukung pengembangan kompetensi khusus tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui survei terhadap 123 responden untuk mengukur tingkat pemahaman guru, serta Focus Group Discussion (FGD) bersama 18 guru untuk menggali preferensi model pelatihan yang relevan. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa meskipun secara umum guru merasa telah memahami dan menerima kompetensi pedagogi Kristen, mereka sangat membutuhkan metode praktik langsung, pendampingan di lapangan, serta penyediaan role model dalam mengajar agar memberikan kepastian bagaimana integrasi iman dan nilai-nilai kebenaran Alkitabiah itu berjalan semestinya. Proyek ini menghasilkan desain pelatihan berbasis siklus yang terdiri dari fase prapelatihan, fase pelatihan terstruktur secara tatap muka (onsite), dan fase pascapelatihan. Pelatihan difokuskan pada dua indikator prioritas, yaitu kemampuan memadukan metanarasi CFRC ke dalam disiplin ilmu secara logis dan penggunaan model-model pembelajaran mendalam agar proses integrasi berlangsung secara natural dan koheren, serta menunda upaya serupa untuk ketiga indikator lainnya. Desain ini dirancang untuk dijalankan selama satu tahun (dua siklus) dan diharapkan dapat menjadi "jembatan kuat" bagi transformasi kepribadian serta profesionalitas guru yang menjalankan mandatnya di SKY.
</summary>
<dc:date>2026-05-26T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Rancang Bangun Ibadah Intergenerasional di Lingkungan 5 HKBP Sukarami</title>
<link href="http://159.65.2.74:8080/xmlui/handle/123456789/781" rel="alternate"/>
<author>
<name>Tirtoniadi Simandalahi</name>
</author>
<id>http://159.65.2.74:8080/xmlui/handle/123456789/781</id>
<updated>2026-07-01T04:10:59Z</updated>
<published>2026-05-26T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Rancang Bangun Ibadah Intergenerasional di Lingkungan 5 HKBP Sukarami
Tirtoniadi Simandalahi
Penelitian ini bertujuan merancang model ibadah lingkungan intergenerasional berbasis lunggu di Lingkungan 5 HKBP Sukarami sebagai respons terhadap kebutuhan pembentukan iman lintas generasi dalam kehidupan jemaat yang multigenerasi. Berangkat dari kenyataan bahwa meskipun berbagai generasi hadir dalam kehidupan jemaat, tetapi keterlibatan lintas generasi dalam ibadah belum optimal. Praktik ibadah cenderung bersifat tradisional dan segmentatif, sehingga relasi, partisipasi, dan pewarisan iman antar generasi belum terbangun secara intensional. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian pengembangan (research and development/project-based research) dalam bidang teologi praktika. Pengumpulan data melalui studi pustaka, observasi partisipatif, wawancara semi-terstruktur, dan analisis dokumen gereja. Data dianalisis secara kualitatif melalui reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan, dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan, HKBP Sukarami memiliki karakter jemaat multigenerasi yang potensial untuk dikembangkan menuju praktik ibadah intergenerasional. Penelitian ini menghasilkan rancang bangun ibadah lingkungan intergenerasional berbasis lunggu sebagai komunitas kecil yang intensional, relasional, dan partisipatif. Model ini disusun berdasarkan prinsip pembentukan iman komunal, relasi lintas generasi, partisipasi aktif jemaat, kontekstualitas budaya Batak melalui nilai Dalihan Na Tolu, serta kesederhanaan dan fleksibilitas ibadah lingkungan. Penelitian menyimpulkan, ibadah lingkungan berbasis lunggu memiliki potensi besar sebagai ruang praksis pembentukan iman intergenerasional yang relasional, partisipatif, dan berkelanjutan dalam kehidupan gereja.
</summary>
<dc:date>2026-05-26T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>Desain Kurikulum Pemuridan SPARK di Gracelife Community Church Serpong</title>
<link href="http://159.65.2.74:8080/xmlui/handle/123456789/780" rel="alternate"/>
<author>
<name>Daniel</name>
</author>
<id>http://159.65.2.74:8080/xmlui/handle/123456789/780</id>
<updated>2026-07-01T03:58:02Z</updated>
<published>2026-05-26T00:00:00Z</published>
<summary type="text">Desain Kurikulum Pemuridan SPARK di Gracelife Community Church Serpong
Daniel
Proyek Akhir ini bertujuan untuk merancang kurikulum pemuridan SPARK yang terstruktur dan berkesinambungan di GraceLife Community Church Serpong. SPARK merupakan akronim dari nilai-nilai inti gereja, yaitu Scripture, Prayer, Abundant in Love, Reproduction, dan Kingdom Minded. Meskipun antusiasme jemaat terhadap kelompok pemuridan ini sangat tinggi, analisis lapangan menunjukkan bahwa bahan yang digunakan selama ini tidak saling terkait antar pertemuan, tidak memiliki tujuan yang jelas, dan belum secara intensional memfasilitasi jemaat untuk menghidupi nilai-nilai SPARK dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif melalui wawancara mendalam terhadap pemimpin dan anggota kelompok SPARK. Kajian literatur disusun berdasarkan prinsip-prinsip kurikulum terpadu yang bersifat berkelanjutan, berurutan, serta terpadu. Setelah landasan teori dan temuan lapangan ditemukan, kurikulum tersebut disusun dalam 3 fase pertumbuhan, yaitu konstruksi, integrasi, dan aktualisasi. Fasefase ini secara intensional memasukkan nilai-nilai SPARK dan sekaligus berfokus pada tiga dimensi kehidupan peserta, yaitu pemahaman, penghayatan, serta perilaku. Kurikulum ini diharapkan menjadi sarana yang efektif bagi GraceLife Community Church Serpong untuk membentuk peserta menjadi murid Kristus yang tidak hanya memahami, tetapi benar-benar menghidupi nilai-nilai SPARK.
</summary>
<dc:date>2026-05-26T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
</feed>
