<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rdf:RDF xmlns="http://purl.org/rss/1.0/" xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<channel rdf:about="http://159.65.2.74:8080/xmlui/handle/123456789/4">
<title>Tesis</title>
<link>http://159.65.2.74:8080/xmlui/handle/123456789/4</link>
<description>Tesis Mahasiswa STT Amanat Agung (Graduate theses by STTAA students)</description>
<items>
<rdf:Seq>
<rdf:li rdf:resource="http://159.65.2.74:8080/xmlui/handle/123456789/797"/>
<rdf:li rdf:resource="http://159.65.2.74:8080/xmlui/handle/123456789/796"/>
<rdf:li rdf:resource="http://159.65.2.74:8080/xmlui/handle/123456789/795"/>
<rdf:li rdf:resource="http://159.65.2.74:8080/xmlui/handle/123456789/794"/>
</rdf:Seq>
</items>
<dc:date>2026-09-29T23:37:48Z</dc:date>
</channel>
<item rdf:about="http://159.65.2.74:8080/xmlui/handle/123456789/797">
<title>Program Pembinaan Keluarga Hamba Tuhan sebagai Upaya Pencegahan Krisis Relasi di Gereja Persekutuan Kristen</title>
<link>http://159.65.2.74:8080/xmlui/handle/123456789/797</link>
<description>Program Pembinaan Keluarga Hamba Tuhan sebagai Upaya Pencegahan Krisis Relasi di Gereja Persekutuan Kristen
Mangatas Sinaga
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan yang dihadapi hamba Tuhan di Gereja Persekutuan Kristen, terkait dinamika pelayanan, relasi keluarga, dan kehidupan spiritual. Beban pelayanan yang tinggi, serta minimnya sistem pembinaan yang berkelanjutan menyebabkan kerapuhan dalam keluarga hamba Tuhan dan berdampak pada efektivitas pelayanan. Penelitian ini bertujuan merancang program pembinaan Majelis Sinode bagi keluarga hamba Tuhan yang holistik, terstruktur, dan berkelanjutan. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif terapan. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Landasan teologis penelitian ini berpijak pada konsep keluarga sebagai “gereja kecil” yang dibangun atas prinsip perjanjian, anugerah, pemberdayaan, dan keintiman yang mencerminkan relasi Trinitas. Kerangka praktis mengacu pada Delapan Prinsip Keluarga Kuat dari Sam dan Geri Laing. Hasil penelitian merumuskan desain program pembinaan selama 4 quarter dalam 1 tahun. Kurikulum mencakup: Dinamika Peran Pelayanan dan Keluarga, Spiritualitas Keluarga yang Terintegrasi, Hambatan Komunikasi dan Tantangan Spiritualitas, serta Pembentukan Spiritualitas Keluarga. Metode pelaksanaan meliputi pengajaran Firman, diskusi, studi kasus, sharing kelompok kecil, dan praktik deklarasi.
</description>
<dc:date>2026-09-09T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://159.65.2.74:8080/xmlui/handle/123456789/796">
<title>Evaluasi Pendidikan Karakter Kristus melalui Kelompok Kecil di Sekolah Menengah Pertama Sekolah Kristen Kalam Kudus 1 Batam</title>
<link>http://159.65.2.74:8080/xmlui/handle/123456789/796</link>
<description>Evaluasi Pendidikan Karakter Kristus melalui Kelompok Kecil di Sekolah Menengah Pertama Sekolah Kristen Kalam Kudus 1 Batam
Joni Susanto
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model pelayanan pendidikan karakter Kristus melalui kelompok kecil di Sekolah Menengah Pertama Sekolah Kristen Kalam Kudus 1 Batam. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan wawancara. Data yang dikumpulkan melalui wawancara dengan 4 leader dan 9 anggota untuk memahami mengenai pendidikan karakter Kristus melalui kelompok kecil. Model kelompok kecil yang ideal bagi remaja di sekolah adalah sebuah komunitas transformatif yang terstruktur untuk memulihkan Imago Dei (Gambar Allah) melalui teladan Kristus. Hal yang sudah berjalan baik dalam pendidikan karakter Kristus melalui kelompok kecil yaitu saling berinteraksi, bercerita, berbagi makanan/minuman serta diskusi yang menciptakan konteks pembelajaran relasional dan prinsip komunitas. Hasil penelitian menunjukkan (1) menambahkan peran mentor untuk pendampingan pribadi dan konseling intensional. (2) mengembangkan aktivitas yang penting yaitu saling berinteraksi untuk menemukan metode pembelajaran yang interaktif dan menarik supaya memiliki aksi nyata dalam pertumbuhan iman. (3) mengembangkan pengelolaan waktu agar sesi refleksi dapat optimal.
</description>
<dc:date>2026-09-09T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://159.65.2.74:8080/xmlui/handle/123456789/795">
<title>Pengembangan Program Pembinaan Spiritualitas Jemaat untuk Memperkuat Penginjilan yang Berorientasi pada Kebutuhan di Bakal Jemaat GKI Karanggawang Semarang</title>
<link>http://159.65.2.74:8080/xmlui/handle/123456789/795</link>
<description>Pengembangan Program Pembinaan Spiritualitas Jemaat untuk Memperkuat Penginjilan yang Berorientasi pada Kebutuhan di Bakal Jemaat GKI Karanggawang Semarang
Binsar Sidauruk
Bajem GKI Karanggawang Semarang, sebagai jemaat rintisan, saat ini telah menyelenggarakan sejumlah kegiatan pembinaan spiritualitas jemaat secara rutin, namun pembinaan masih bersifat umum dan belum dilaksanakan secara terstruktur, terintegrasi, dan transformatif sehingga dampaknya masih terbatas pada peningkatan pengetahuan, dan belum menghasilkan perubahan hidup yang signifikan. Selain itu, upaya penginjilan masih bersifat kegiatan (activity-oriented) dalam bentuk aksi sosial dan lebih ditujukan untuk membangun relasi dengan lingkungan sekitar. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sebuah model pembinaan spiritualitas jemaat yang lebih terstruktur, integratif, dan kontekstual, serta mendorong jemaat untuk terlibat secara aktif dalam penginjilan yang berorientasi pada kebutuhan (need-oriented evangelism). Program pembinaan “IMPACT” mengadaptasi 6 Tradisi Iman Kristen (Traditions of Christian Faith) untuk membangun formasi spiritualitas secara holistik yang tidak hanya membangun disiplin rohani pribadi tetapi juga komunal, pelayanan berdasarkan karunia, kepedulian sosial, dan orientasi misioner. Model pembinaan ini mengintegrasikan antara pembinaan umum, kelompok kecil, dan praktik pelayanan nyata (Proyek Kasih) sehingga pembinaan spiritual tidak berhenti pada transfer pengetahuan tetapi juga pengalaman transformasi yang tampak melalui tindakan kasih dan penginjilan yang juga diharapkan akan mendorong Bajem GKI Karanggawang Semarang bertumbuh menjadi jemaat dewasa.
</description>
<dc:date>2026-09-09T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://159.65.2.74:8080/xmlui/handle/123456789/794">
<title>Narasi Kekuasaan dalam Pengadilan Yesus: Analisis Naratif atas Lukas 22-23</title>
<link>http://159.65.2.74:8080/xmlui/handle/123456789/794</link>
<description>Narasi Kekuasaan dalam Pengadilan Yesus: Analisis Naratif atas Lukas 22-23
Susi
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis narasi kekuasaan dalam pengadilan Yesus dalam Injil Lukas 22-23 dengan menggunakan pendekatan analisis naratif. Studi ini dilatarbelakangi oleh dua arus utama dalam penafsiran Injil Lukas, yaitu pandangan yang melihat Lukas tidak melawan Kekaisaran Romawi dan pandangan yang menilai Lukas mengandung kritik terhadap ideologi kekaisaran, yang umumnya lebih menekankan aspek historis sehingga belum sepenuhnya memperhatikan cara narasi membentuk makna teologis. Penelitian ini berfokus pada teks dalam bentuk finalnya dengan menganalisis unsur-unsur naratif seperti setting, alur, karakterisasi, ironi, dan simbol, serta bagaimana unsur-unsur tersebut bekerja dalam membangun makna. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Lukas secara naratif membangun kontras antara kuasa duniawi dan kuasa Allah, di mana kuasa religius dan politik ditampilkan sebagai rapuh dan tidak adil, sementara Yesus hadir sebagai pemilik otoritas sejati yang berasal dari Allah. Melalui struktur naratif dan penggunaan ironi, Lukas membalik persepsi pembaca tentang kekuasaan, sehingga Lukas 22-23 menegaskan bahwa kuasa Allah melampaui dominasi kuasa duniawi.
</description>
<dc:date>2026-05-04T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</rdf:RDF>
