<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rdf:RDF xmlns="http://purl.org/rss/1.0/" xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<channel rdf:about="http://159.65.2.74:8080/xmlui/handle/123456789/533">
<title>Bab Buku</title>
<link>http://159.65.2.74:8080/xmlui/handle/123456789/533</link>
<description>Bab buku karya civitas academica STT Amanat Agung (Book chapters by STTAA community)</description>
<items>
<rdf:Seq>
<rdf:li rdf:resource="http://159.65.2.74:8080/xmlui/handle/123456789/810"/>
<rdf:li rdf:resource="http://159.65.2.74:8080/xmlui/handle/123456789/806"/>
<rdf:li rdf:resource="http://159.65.2.74:8080/xmlui/handle/123456789/770"/>
<rdf:li rdf:resource="http://159.65.2.74:8080/xmlui/handle/123456789/769"/>
</rdf:Seq>
</items>
<dc:date>2026-10-16T00:49:40Z</dc:date>
</channel>
<item rdf:about="http://159.65.2.74:8080/xmlui/handle/123456789/810">
<title>Mengapa Sekolah Teologi Barat Menjadi Sekuler? Refleksi Preventif bagi Institusi Teologi Indonesia</title>
<link>http://159.65.2.74:8080/xmlui/handle/123456789/810</link>
<description>Mengapa Sekolah Teologi Barat Menjadi Sekuler? Refleksi Preventif bagi Institusi Teologi Indonesia
Casthelia Kartika
</description>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://159.65.2.74:8080/xmlui/handle/123456789/806">
<title>Spiritualitas Keugaharian: Reorientasi Homo Liturgicus dalam Menghadapi Krisis Ekologi</title>
<link>http://159.65.2.74:8080/xmlui/handle/123456789/806</link>
<description>Spiritualitas Keugaharian: Reorientasi Homo Liturgicus dalam Menghadapi Krisis Ekologi
Nostalgia Pax Nikijuluw
Krisis ekologi yang kita hadapi saat ini sesungguhnya bukanlah semata-mata masalah teknis atau kegagalan manajemen sumber daya. Fenomena ini merupakan cerminan dari pemahaman yang kurang atau penyimpangan perilaku yang disebabkan oleh hati yang menyimpang. Krisis ini tidak hanya menggambarkan perilaku manusia terhadap alam, melainkan cerminan dari orientasi kehidupan yang didasari oleh keputusan diri yang keliru dan ketiadaan relasi yang harmonis. Relasi tersebut mencakup hubungan manusia terhadap Allah, diri sendiri, dan relasi terhadap sesama ciptaan.
</description>
<dc:date>2026-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://159.65.2.74:8080/xmlui/handle/123456789/770">
<title>Yohanes dan Antikristus</title>
<link>http://159.65.2.74:8080/xmlui/handle/123456789/770</link>
<description>Yohanes dan Antikristus
Jonly Joihin
Ditinjau dari sudut bahasa, istilah "antikristus" sebenarnya memiliki makna yang sederhana. Kata "antikristus" adalah kata majemuk, bentukan dari kata benda "Kristus", yang merujuk pada Yesus Kristus, dan awalan bentuk terikat "anti-" yang menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia edisi VI berarti "menentang, melawan, memusuhi." Jadi, secara ringkas antikristus dapat diartikan sebagai, "menentang Kristus", "melawan Kristus", atau "memusuhi Kristus". Namun, pada kenyataannya, pemahaman tentang apa atau siapa yang disebut antikristus di dalam Alkitab tidak sesederhana itu bagi orang Kristen dalam sejarah. Banyak pandangan telah dikemukakan. Pandangan-pandangan ini tidak jarang menimbulkan kebingungan dan bahkan keresahan di antara orang Kristen. Jadi, apa atau siapa antikristus itu? Apa yang dimaksud dengan antikristus dalam Alkitab, secara khusus menurut Yohanes dalam surat-suratnya? Sebelum melakukan penggalian terhadap makna antikristus dalam Alkitab, ada baiknya kita melihat terlebih dahulu berbagai pandangan yang pernah muncul dalam sejarah tentang apa atau siapa antikristus itu.
</description>
<dc:date>2026-03-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://159.65.2.74:8080/xmlui/handle/123456789/769">
<title>Paulus dan Konflik Gereja</title>
<link>http://159.65.2.74:8080/xmlui/handle/123456789/769</link>
<description>Paulus dan Konflik Gereja
Surif
Konflik sangat melekat dalam kehidupan kita sebagai manusia. Ini dapat terjadi di antara anggota keluarga, sahabat, tetangga, rekan kerja, suku bangsa bahkan negara. Gereja sebagai suatu komunitas ternyata juga tidak kebal dari konflik. Konflik dapat terjadi di antara anggota gereja, antara anggota dan pemimpin gereja, hingga antara para pemimpin gereja. Bagaimanapun bentuknya dan siapa pun yang terlibat, konflik akan melemahkan gereja. Oleh sebab itu, konflik perlu diselesaikan dengan baik. Tulisan ini mencoba mengupas satu prinsip penting dalam penanganan konflik gereja. Prinsip ini diangkat dari Alkitab. Perjanjian Baru memperlihatkan bahwa konflik sudah terjadi sejak awal gereja didirikan. Dalam perjalanan ke Yerusalem, murid-murid Yesus bertengkar memperebutkan posisi tertinggi di antara mereka (Mrk. 10:35-45; Luk. 9:46-48; Mat. 20:20-28). Gereja mula-mula di Yerusalem yang sedang berkembang pesat mengalami konflik berkenaan pelayanan diakonia (Kis. 6). Beberapa surat Paulus, seperti Filipi, 1 Korintus, dan Roma, ternyata ditulis untuk menangani konflik gereja. Berkenaan dengan hal ini, tulisan ini menyoroti bagaimana Paulus menangani konflik dalam gereja-gereja tersebut melalui surat-suratnya. Pembahasan difokuskan pada Injil Yesus Kristus. Umat Kristen biasanya memahami Injil ini sebagai obyek iman yang menjadi dasar keselamatan sebagaimana yang dinyatakan dalam Roma 1:16: "Sebab, aku tidak malu terhadap Injil, karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya, pertama-tama orang Yahudi, tetapi juga orang Yunani." Ini tentu saja kepercayaan kita sebagai umat Kristen. Namun demikian, kita sering kali melupakan bahwa Paulus juga menjadikan Injil Yesus Kristus sebagai prinsip hidup umat Kristen sebagaimana kesaksiannya di Galatia 2:19-20: "Sebab, aku telah mati oleh hukum Taurat untuk hukum Taurat, supaya aku hidup untuk Allah. Aku telah disalibkan dengan Kristus. Namun, aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku." Berangkat dari ini, tulisan ini menyoroti bagaimana Paulus memakai Injil Yesus Kristus dalam penanganan konflik gereja dalam surat-suratnya. Pembahasan dimulai dari surat Filipi karena surat ini menampilkan konten Injil Kristus secara lebih komprehensif.
</description>
<dc:date>2026-03-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</rdf:RDF>
