<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" version="2.0">
<channel>
<title>Prosiding</title>
<link>http://159.65.2.74:8080/xmlui/handle/123456789/539</link>
<description>Prosiding karya civitas academica STT Amanat Agung (Proceedings by STTAA community)</description>
<pubDate>Mon, 06 Apr 2026 14:28:20 GMT</pubDate>
<dc:date>2026-04-06T14:28:20Z</dc:date>
<item>
<title>Ekoteologi dan Ekopraksis Kaum Muda: Aksi Kaum Muda dalam Penatalayanan Lingkungan</title>
<link>http://159.65.2.74:8080/xmlui/handle/123456789/764</link>
<description>Ekoteologi dan Ekopraksis Kaum Muda: Aksi Kaum Muda dalam Penatalayanan Lingkungan
Lauren’s; William Levi Josh Garry Rompis Muhaling
Artikel ini merupakan sebuah upaya konstruksi ekoteologi dan ekopraksis bagi kaum muda Kristen untuk meresponi krisis lingkungan global yang semakin meningkat. Setelah membahas akar penyebab krisis lingkungan yang terjadi, seperti antroposentrisme yang keliru, tantangan konsumerisme, dan pola pikir homo economicus yang dihadapi kaum muda saat ini, artikel ini menelaah teks-teks Alkitab, khususnya narasi penciptaan dan konsep Imago Dei, untuk mengkonstruksi pemahaman ekoteologi. Ekoteologi yang dihasilkan ini menegaskan kembali peran manusia, termasuk kaum muda, sebagai penatalayan lingkungan. Selanjutnya, artikel ini menawarkan inisiatif ekopraktis yang diimplementasikan melalui gereja dan program kaum muda, meliputi pendidikan lingkungan, kampanye go-green, praktik gaya hidup berkelanjutan, dan program pelayanan terintegrasi, untuk memberdayakan kaum muda memenuhi mandat ilahi mereka sebagai penatalayan lingkungan ciptaan Tuhan.
</description>
<pubDate>Mon, 01 Dec 2025 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://159.65.2.74:8080/xmlui/handle/123456789/764</guid>
<dc:date>2025-12-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Dari Liminalitas ke Imajinasi Kenabian: Generasi Muda Menjawab Problematika Zaman</title>
<link>http://159.65.2.74:8080/xmlui/handle/123456789/759</link>
<description>Dari Liminalitas ke Imajinasi Kenabian: Generasi Muda Menjawab Problematika Zaman
Fuad, Chelcent
Artikel  ini  mengeksplorasi  dinamika  sosio-teologis  yang  dibutuhkan  generasi  muda untuk  mengatasi  problematika  zaman.  Dengan  menggunakan  kerangka  antropologis Victor  Turner  tentang  Proses  Ritual  dan  konsep  Imajinasi  Kenabian  Walter Brueggemann, studi ini menawarkan analisis kritis tentang transisi dari generasi yang lebih  tua  ke  generasi    yang  lebih  muda  dalam  narasi  padang  gurun.  Penelitian  ini menunjukkan bahwa generasi tua gagal mewujudkan transformasi sosial karena mereka terperangkap dalam bayang-bayangmasa lalu dan tidak cukup fleksibel untuk berubah. Sebaliknya, generasi muda berhasil menjadi agen transformasi sosial karena mereka memiliki  fleksibilitas  yang  memungkinkan  mereka  untuk  dibentuk  kembali  oleh pedagogi liminalitas di padang gurun. Pengalaman liminal ini mendekonstruksi struktur identitas lama dan merekonstruksi struktur identitas baru lewat pengalaman di padang gurun.  Pengalaman  liminal  ini  membentuk  imajinasi  kenabian  mereka  yang dilembagakan  ke  dalam  kebijakan  publik  yang  konkret.  Lebih  lanjut,  artikel  ini menunjukkan  bagaimana  proses  perubahan  sosial  ini  dapat  menjadi  paradigma  bagi generasi muda masa kini untuk menjawab problematika zaman.
</description>
<pubDate>Sat, 01 Nov 2025 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://159.65.2.74:8080/xmlui/handle/123456789/759</guid>
<dc:date>2025-11-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>Ageism Against Adolescents in “Dilan 1990” Film</title>
<link>http://159.65.2.74:8080/xmlui/handle/123456789/636</link>
<description>Ageism Against Adolescents in “Dilan 1990” Film
Ivan Christian; Desideria L. D. Suwu Leksmono
In the era of modernization and post-industrial society, the study of ageism focuses more on discrimination against the elderly because it assumes today’s society prefers young people than the old people. Ironically, in this era where the society prefers young people, at the same time, ageism against the young people occurs. Media is one of the parties which play a role in spreading and establishing discrimination against adolescents. Therefore, research is needed to analyze critically the popular media of teenagers. In this study, researchers will analyze critically the popular Indonesian teen film “Dilan 1990” to see how the ideology of ageism distributed through that film. This research will use critical paradigm with qualitative approach and I use critical discourse analysis of Teun A. Van Dijk as method of analysis. Primary data which will be used are verbal data from interviews and mediated data from the primary literature of the concepts, theories, and research method in this research. Besides that, secondary resources in the form of mediated data from the documents and visual data which related with this research topic will be used as well. The results showed that there is ageism against the adolescents in “Dilan 1990” movie. Furthermore, there is also attempts to build false consciousness in the life of young people, which relate to adult domination, romantic relationship and violence.
</description>
<pubDate>Mon, 01 Jan 2018 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://159.65.2.74:8080/xmlui/handle/123456789/636</guid>
<dc:date>2018-01-01T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</channel>
</rss>
