| dc.description.abstract |
Penelitian ini menunjukkan bahwa peran pelayanan kaum muda sangat
penting dalam menumbuhkan identitas kaum muda sebagai gereja. Masa
muda merupakan fase penting pembentukan identitas religius, namun banyak
kaum muda mengalami keterputusan dari kehidupan bergereja sehingga
muncul identitas spiritual but not religious, identitas silo, dan identitas
penonton. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur untuk
menganalisis bentuk-bentuk identitas religius yang problematis, mengkaji
pemahaman teologis mengenai natur gereja sebagai karya Allah Tritunggal,
serta merumuskan strategi pelayanan yang dapat menolong kaum muda
menghidupi identitasnya sebagai gereja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
identitas religius yang mengakar harus dibangun diatas pemahaman teologis
bahwa kaum muda adalah umat Allah yang dipanggil dalam persekutuan,
anggota tubuh Kristus yang saling bergantung, dan bait Roh Kudus yang
mengalami transformasi hidup. Oleh karena itu, pelayanan kaum muda perlu
memberikan pengajaran teologis mengenai gereja, mempraktikkan gaya
hidup sebagai gereja, dan memfasilitasi terjadinya relasi intergenerasi di
dalam gereja. Dengan demikian, penelitian ini memberikan kontribusi bagi
gereja dalam membentuk identitas kaum muda yang berakar kuat sebagai
gereja. |
en_US |