Show simple item record

dc.contributor.author Armand Barus
dc.date.accessioned 2026-04-21T05:03:21Z
dc.date.available 2026-04-21T05:03:21Z
dc.date.issued 2026-03
dc.identifier.isbn 978-623-89537-3-8
dc.identifier.uri https://repository.sttaa.ac.id/xmlui/handle/123456789/768
dc.description Ibadah adalah kegiatan paling sentral dan tak tergantikan dalam kehidupan gereja Kristen. Ibadah merupakan aktivitas yang tidak dapat digantikan oleh kegiatan apa pun di gereja, sebab hanya ibadah yang bersumber dari dan berlanjut ke dalam kekekalan (bdk. Why. 4-5). Ibadah adalah poros utama gereja dalam pendewasaan iman jemaat dan pemeliharaan iman jemaat Kristen. Ringkasnya, tidak ada kegiatan gereja yang sanggup menggantikan ibadah. Ibadah pada umumnya dipahami sebagai respons kepada Allah. Namun, David Peterson menegaskan bahwa respons tersebut harus dipahami dari sudut pandang Allah. Kita tidak dapat begitu saja memberi respons kepada Allah dalam ibadah. Alkitab mengajar bahwa Allah terlebih dahulu menarik kita ke dalam relasi dengan-Nya sebelum kita mampu memberi respons dalam cara yang dapat diterima-Nya. Dalam pengertian seperti itu, Peterson merumuskan ibadah sebagai "an engagement with him on the terms that he proposes and in the way that he alone makes possible." (Artinya: suatu keterlibatan dengan Allah sesuai dengan syarat-syarat yang ditetapkan-Nya dan dengan cara yang hanya Allah sendiri membuat mungkin terjadi). Ibadah Kristen adalah respons manusia kepada Allah menurut cara yang ditentukan oleh Allah sendiri. Artikel ini tidak berpretensi untuk mengevaluasi atau mengusulkan definisi baru tentang ibadah. Pokok perhatian artikel diarahkan pada relasi antara ibadah dan keadilan (justice). Mengapa kita perlu menelusuri hubungan ibadah dan keadilan? Tampaknya dimensi keadilan dalam ibadah belum memperoleh perhatian yang layak dari gereja Kristen masa kini. Ibadah dan keadilan dipandang tidak berkaitan. Pengamatan serupa dikemukakan Mark Labberton dalam bukunya The Dangerous Act of Worship ketika ia menulis "our worship practices are separated from our call to justice." (Artinya: praktik ibadah kita terpisah dari panggilan kepada keadilan). Keprihatinan yang ingin ditegaskan melalui artikel ini ialah renggangnya hubungan antara ibadah dan keadilan. Benarkah tidak ada keterkaitan antara ibadah dan keadilan? en_US
dc.language.iso Indonesia en_US
dc.publisher STT Amanat Agung en_US
dc.subject Amos - Tokoh Alkitab en_US
dc.subject Ibadah en_US
dc.title Amos dan Ibadah en_US
dc.title.alternative Titik Temu: Tokoh Alkitab dan Isu-Isu Masa Kini
dc.type Book chapter en_US


Files in this item

This item appears in the following Collection(s)

  • Bab Buku
    Bab buku karya civitas academica STT Amanat Agung (Book chapters by STTAA community)

Show simple item record

Search DSpace


Advanced Search

Browse

My Account