| dc.description.abstract |
Penelitian ini bertujuan untuk merancang program pembinaan bagi jemaat
lansia Gereja Kristus Kebayoran Lama. Program dirancang berdasarkan kajian
literatur dan analisa konteks tentang merawat dan memelihara jiwa lansia
melalui pendekatan Cura Animarum. Pendekatan Cura Animarum memiliki 2
(dua) fungsi yaitu to cure (merawat) dan to care (memelihara). Cura Animarum
dapat diartikan sebagai kegiatan merawat dan memelihara jiwa manusia.
Pendekatan ini biasa digunakan oleh umat Katolik untuk melakukan pembinaan
mental dan spiritualitas bagi jemaatnya. Memelihara dan merawat jiwa
manusia lanjut usia dilakukan dalam konteks Teori Pengembangan Manusia
(Stage of Development) dari Erik Erikson yang berhubungan dengan Tahapan
Kedelapan yaitu pertentangan ego melawan keputusasaan. Lansia sering
menyesali masa lalu dan pesimis dalam menghadapi kehidupan masa depan.
Diharapkan melalui rancang bangun program dengan pendekatan Cura
Animarum, dapat menjawab kerinduan jemaat lansia terhadap dibentuknya
komunitas yang merawat dan memelihara jiwa melalui ibadah lansia, model
kegiatan pembinaan kesehatan fisik, mental, finansial, dan juga menciptakan
kegembiraan melalui permainan yang menguatkan fungsi kognitif lansia.
Pendekatan Cura Animarum menjadi sebuah program percobaan yang memiliki
tolak ukur keberhasilan berdasarkan respon jemaat lansia ketika mengikuti
aktivitas yang telah dirancang. Pendekatan Cura Animarum dilakukan sebagai
bentuk penggembalaan terhadap jemaat lansia yang selama ini belum memiliki
komunitas untuk berkumpul dan bersekutu. |
en_US |