| dc.description.abstract |
Proyek akhir ini berangkat dari keprihatinan terhadap krisis sampah yang terjadi di Indonesia. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah adanya kesenjangan antara tingkat pemahaman teologis dan pengetahuan jemaat GKY BSD yang tinggi dengan rendahnya praktik pemilahan dan pengelolaan sampah. Tujuan penelitian ini adalah untuk merancang sebuah program pembinaan jemaat yang dapat meningkatkan kesadaran dan mendorong perubahan perilaku jemaat terkait pemilahan dan pengelolaan sampah. Metode penelitian yang digunakan adalah metode pendekatan kuantitatif deskriptif dengan survei melalui kuesioner skala Likert. Penelitian ini mengkaji empat aspek yaitu pemahaman teologis, gaya hidup dan pola konsumsi jemaat, praktik pemilahan dan pengelolaan sampah, serta persepsi jemaat mengenai peran gereja dalam isu lingkungan hidup. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jemaat memiliki tingkat pemahaman teologis yang sangat tinggi mengenai tanggung jawab orang percaya sebagai penatalayan ciptaan. Namun, pemahaman tersebut belum selaras dengan praktik kehidupan sehari-hari. Kesenjangan paling tajam terlihat dalam praktik pemilahan dan pengelolaan sampah. Selain itu, jemaat juga menilai bahwa gereja perlu berperan lebih aktif dalam mengajarkan teologi penatalayanan ciptaan dan menyediakan program maupun sistem pengelolaan sampah. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini merancang program pembinaan jemaat dalam wadah kelompok kecil yang menekankan integrasi aspek pengetahuan, kepedulian hati, dan perilaku agar pemahaman teologis jemaat dapat diwujudkan dalam perubahan gaya hidup dan perilaku sehari-hari. |
en_US |