| dc.description.abstract |
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kehadiran remaja dalam ibadah di HKBP Perumnas Klender serta menentukan faktor-faktor yang mempengaruhi ketidakhadiran pada ibadah. Kehadiran remaja dalam ibadah adalah penting dalam pembentukan iman. Namun dalam perkembangan zaman sekarang, keterlibatan remaja dalam ibadah menghadapi tantangan. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan melalui wawancara terhadap 2 orang remaja yang sudah lebih dari setahun tidak beribadah lagi. Penelitian menunjukkan kurangnya motivasi dari orang tua, keterlibatan teman sebaya, persepsi pada ibadah yang kurang menarik dan kurang mencintai gereja. Gereja perlu melakukan pembinaan iman pada orang tua dan remaja akan pentingnya ibadah di gereja. Pertumbuhan iman remaja perlu ditingkatkan. Orang tua sebagai teladan bagi pertumbuhan iman anakanaknya. Dibentuknya kelompok-kelompok kecil bertumbuh bersama sesama remaja agar mereka mambangun iman secara bersama-sama. Pendamping remaja akan berperan sebagai pengarah dan penasehat bagi remaja demi ketahanan pertumbuhan iman mereka. Dibangunnya model ibadah remaja yang relevan dengan kebutuhan remaja, secara kreativitas dan kontekstual sesuai kebutuhan perkembangan remaja sekarang. Gereja bersama orangtua membuat suatu kegiatan bagi remaja yang bermakna di lingkungan gereja. Sehingga remaja dapat belajar, olah raga dan berlatih musik/paduan suara bersama-sama teman mereka. Akhirnya rasa mencintai gereja bertumbuh. Dari keempat hal diatas maka akhirnya jumlah kehadiran remaja pada ibadah akan semakin meningkat. |
en_US |