| dc.description.abstract |
Penelitian ini membahas evaluasi terhadap Persekutuan Pemuda GKWI Citra Raya yang menghadapi tantangan berupa kurangnya kepedulian antaranggota. Adanya beberapa circle yang tidak mau berbaur, serta belum terciptanya suasana persekutuan yang hangat seperti keluarga. Hasil survei menunjukkan bahwa persekutuan pemuda telah memiliki pondasi yang cukup baik dalam dimensi pertumbuhan iman dan pendampingan namun masih membutuhkan perkembangan yaitu dalam dimensi kehangatan dan keterbukaan. Untuk mencapai hubungan persekutuan yang benar benar hangat, aman, dan terbuka terhadap sesama anggota persekutuan. Selain dipengaruhi oleh adanya kelompok yang tidak ingin berbaur dengan semua anggota persekutuan, dimensi keterbukaan juga terhambat karena adanya kekhawatiran oleh anggota persekutuan. Khawatir dalam hal ini adalah rasa takut akan dihakimi. Berdasarkan hasil evaluasi tersebut, penulis merancang beberapa pengembangan pelayanan, yaitu model ibadah sebagai “ruang keluarga”, sesi sharing dan ruang diskusi, pelatihan pelayanan untuk meningkatkan partisipasi anggota persekutuan. Rancangan ini diharapkan dapat membantu Persekutuan Pemuda GKWI Citra Raya bertumbuh menjadi persekutuan yang lebih terbuka, saling peduli, dan mencerminkan nilai persekutuan Kristen sebagai satu tubuh Kristus dan keluarga Allah. |
en_US |