| dc.description.abstract |
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui refleksi teologis yang dapat dibangun melalui kearifan lokal Sunda hormat pada orang tua untuk menjawab pergumulan kaum muda Sunda Kristen. Dalam budaya Sunda, penghormatan kepada orang tua merupakan nilai penting yang diwariskan melalui falsafah silih asah, silih asih, dan silih asuh, sedangkan dalam iman Kristen penghormatan kepada orang tua dipahami sebagai bentuk ketaatan kepada Allah. Penelitian ini menggunakan pendekatan teologi praktika dengan metode kualitatif etnografi melalui wawancara mendalam dan terhadap kaum muda Sunda Kristen di Yayasan Muda Mudi Motekar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penghormatan kepada orang tua sebagai bentuk pengakuan terhadap otoritas orang tua, tanggung jawab finansial terhadap keluarga, serta ungkapan kasih dalam terang iman Kristen. Namun demikian, penghormatan tersebut terkadang dipahami secara mutlak sehingga menimbulkan tekanan dan keterpaksaan dalam kehidupan kaum muda. Oleh karena itu, penelitian ini menegaskan bahwa penghormatan kepada orang tua perlu dipahami secara kontekstual, bukan sebagai relasi dominasi, melainkan sebagai relasi kasih yang dibangun atas dasar kebenaran, penghargaan, dan tanggung jawab di hadapan Allah. |
en_US |