Abstract:
Masa remaja merupakan tahap perkembangan yang penting dalam
pembentukan identitas diri. Dalam perspektif iman Kristen, identitas tidak
hanya dibentuk melalui proses psikologis dan sosial, tetapi berakar pada
pemahaman bahwa manusia diciptakan menurut gambar dan rupa Allah
(Image of God) serta dipulihkan dalam Kristus (Christlikeness). Masa remaja
juga merupakan masa yang reseptif dengan relasi, yang sangat memengaruhi
bagaimana mereka menilai diri sendiri. Itu sebabnya, di masa pembentukan
identitas ini, remaja memerlukan relasi yang berkualitas, yakni persahabatan
rohani yang menolong pembentukan identitas remaja. Skripsi ini mengkaji
bagaimana persahabatan rohani, relasi yang berpusat pada Kristus, autentik,
setara, dan saling membangun dapat menjadi sarana pembentukan identitas
remaja di lingkungan sekolah Kristen. Kajian teologis dan teori pendidikan
Kristen yang relasional menunjukkan bahwa remaja membutuhkan relasi yang
aman dan mendukung untuk meneguhkan nilai diri dan arah hidupnya.
Persahabatan rohani menyediakan ruang bagi mereka untuk mengalami kasih,
penerimaan, pengampunan, dan pertumbuhan iman secara nyata, sehingga
nilai-nilai kristiani dapat diinternalisasi melalui interaksi yang bermakna.
Sekolah Kristen menjadi konteks strategis untuk memfasilitasi hal ini melalui
kurikulum berpusat pada Kristus, keteladanan guru, komunitas rohani, dan
kegiatan kebersamaan. Dengan demikian, persahabatan rohani menjadi
sarana efektif dalam menumbuhkan identitas Kristen yang kuat pada remaja.