Description:
Ketika Alkitab mencatat suatu peristiwa atau pernyataan, maka catatan tersebut memiliki maksud tertentu bagi pembacanya. Pembaca belajar akan suatu kebenaran yang penting. Hal yang sama juga beriaku dalam percakapan antara Yesus dengan dua penjahat di kayu salib (Luk. 23:40-43). Ketika Lukas memasukkan percakapan tersebut. ada pelajaran iman yang ingin disampaikan kepada pembacanya. Dalam artikel ini kita akan belajar mengenai janji Yesus kepada salah satu penjahat (Luk. 23:43). Secara khusus kita akan berusaha memahami tiga hal: (1) Mengapa hanya salah satu penjahat yang menerima janji Yesus? (2) Apa maksud dari janji Yesus? (3) Mengapa perkataan Yesus tersebut dicatat, dengan kata lain, apa pesan teologis yang hendak disampaikan kepada kita sebagai pembaca? Kita akan mulai dengan menganalisis sikap kedua penjahat yang disalibkan terhadap Yesus.