Description:
Sebuah anekdot populer mengisahkan John D. Rockefeller (1839-1937), seorang Kristen yang taat dan salah satu orang terkaya dalam sejarah, yang ditanya oleh seorang jurnalis, "How much money is enough money?" Konon, Rockefeller menjawab singkat, "Just a little bit more." Etos akumulasi harta tanpa batas seperti ini merupakan fenomena yang mengundang perdebatan etis, baik bagi pembuat kebijakan hukum maupun pemilik kekayaan. Mark Zuckerberg, misalnya, mengakui dilema ini dalam salah satu wawancaranya, "I don't know that I have an exact threshold on what amount of money someone should have, but on some level, no one deserves to have that much money." Komentar Zuckerberg ini adalah tanggapannya terhadap pernyataan Bernie Sanders, seorang senator Amerika Serikat, yang mengatakan, "There should be no billionaires. We are going to tax their extreme wealth and invest in working people." Menurut Sanders, akumulasi kekayaan yang berlebihan ini bukan hanya tidak diperbolehkan, tetapi kekayaan ini harus diredistribusikan untuk kepentingan kaum pekerja yang lebih membutuhkan. Pertanyaan mengenai praktik akumulasi dan pengelolaan kekayaan juga menjadi pergumulan umat Allah di sepanjang zaman. Apakah Tuhan mengizinkan umat Allah untuk menjadi kaya? Adakah batasan yang ditetapkan Tuhan dalam mengakumulasi kekayaan? Bagaimana cara mengelola harta kekayaan yang Tuhan percayakan kepada umat-Nya? Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan ini, artikel ini membahas Hukum Musa yang mengatur kekayaan umat Allah di Israel kuno dan relevansinya bagi pengelolaan kekayaan umat Allah pada masa kini.