Abstract:
Penelitian ini bertolak dari kesenjangan di GBI City Light Community Church (GBI CLCC) Bandung, di mana hanya sekitar sepuluh persen jemaat yang terlibat aktif dalam pelayanan misi integral, sementara visi gereja memanggil seluruh jemaat untuk menyatakan Kerajaan Allah melalui seluruh dimensi kehidupan. Penelitian ini bertujuan menjelaskan karakteristik keluarga misional, mengidentifikasi hambatan pembentukannya di GBI CLCC, serta merancang strategi pembinaan yang efektif. Penelitian ini menggunakan tiga metode, yaitu kajian literatur, riset lapangan dengan pendekatan kualitatif, serta tahap perancangan program. Temuan penelitian menunjukkan tiga hal utama. Pertama, pemahaman missio Dei yang integral belum merata; mayoritas jemaat masih memahami misi secara programatik dan karitatif, belum sebagai identitas umat Allah yang diutus. Kedua, hambatan utama mencakup tiga kategori: hambatan pemahaman misional, hambatan personal relasional terutama krisis relasi keluarga, serta hambatan keterbatasan gereja. Temuan yang signifikan menunjukkan bahwa kesehatan relasional keluarga merupakan prasyarat keterlibatan misional, sekaligus menghadirkan peluang misional yang besar. Ketiga, GBI CLCC memiliki kekuatan berupa struktur Home dan keluarga-keluarga yang telah menjadi teladan misional. Sebagai respons, penelitian ini merancang program Family on Mission, yaitu strategi pembinaan keluarga misional berbasis ekosistem yang dibangun di atas lima pilar: Gospel Encounter, Gospel-Centered Teaching, Home Misional, Family Discipleship, dan Pengalaman Misional Bersama. Program ini dioperasionalkan melalui Jalur Pemulihan, Jalur Persahabatan, Jalur Home, dan Jalur Kepemimpinan, dengan target peningkatan keterlibatan misi aktif jemaat dari sekitar sepuluh persen menjadi setidaknya tiga puluh persen dalam jangka waktu empat tahun.