Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan partisipasi anak praremaja (usia 10-12 tahun) dalam memuji Tuhan ketika beribadah di Sekolah Minggu. Subjek penelitian ini adalah anak praremaja Generasi Alpha, yang lahir dan tumbuh di tengah masifnya perkembangan dunia digital. Pemahaman terhadap perkembangan anak praremaja ini sangat diperlukan para pelayan Tuhan, guna menolong anak-anak memiliki kerinduan yang sungguh dalam memuji Tuhan, selaras dengan lima aspek partisipasi yang dituliskan oleh Constance M. Cherry. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan metode pengumpulan data yang meliputi pengamatan di ruang ibadah, wawancara langsung dengan anak praremaja serta diskusi kelompok terarah (Focus Discussion Group) dengan delapan guru Sekolah Minggu. Pengumpulan data bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang menghambat partisipasi anak praremaja dalam memuji Tuhan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurangnya partisipasi anak praremaja disebabkan oleh faktor internal anak serta faktor eksternal yang mencakup keluarga, teman sebaya dan penyelenggara ibadah. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini merumuskan sebuah desain pengembangan program pelayanan yang melibatkan tiga pihak utama, yaitu: anak praremaja, orang tua, dan guru Sekolah Minggu. Selain itu, penulis juga merekomendasikan penerapan ibadah antargenerasi (intergeneration worship) secara periodik agar orang tua dapat secara langsung memberikan contoh keteladanan yang benar di dalam memuji dan menyembah Allah.