Abstract:
Penelitian ini bertujuan merancang model ibadah lingkungan intergenerasional berbasis lunggu di Lingkungan 5 HKBP Sukarami sebagai respons terhadap kebutuhan pembentukan iman lintas generasi dalam kehidupan jemaat yang multigenerasi. Berangkat dari kenyataan bahwa meskipun berbagai generasi hadir dalam kehidupan jemaat, tetapi keterlibatan lintas generasi dalam ibadah belum optimal. Praktik ibadah cenderung bersifat tradisional dan segmentatif, sehingga relasi, partisipasi, dan pewarisan iman antar generasi belum terbangun secara intensional. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian pengembangan (research and development/project-based research) dalam bidang teologi praktika. Pengumpulan data melalui studi pustaka, observasi partisipatif, wawancara semi-terstruktur, dan analisis dokumen gereja. Data dianalisis secara kualitatif melalui reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan, dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan, HKBP Sukarami memiliki karakter jemaat multigenerasi yang potensial untuk dikembangkan menuju praktik ibadah intergenerasional. Penelitian ini menghasilkan rancang bangun ibadah lingkungan intergenerasional berbasis lunggu sebagai komunitas kecil yang intensional, relasional, dan partisipatif. Model ini disusun berdasarkan prinsip pembentukan iman komunal, relasi lintas generasi, partisipasi aktif jemaat, kontekstualitas budaya Batak melalui nilai Dalihan Na Tolu, serta kesederhanaan dan fleksibilitas ibadah lingkungan. Penelitian menyimpulkan, ibadah lingkungan berbasis lunggu memiliki potensi besar sebagai ruang praksis pembentukan iman intergenerasional yang relasional, partisipatif, dan berkelanjutan dalam kehidupan gereja.