Abstract:
Penelitian ini bertujuan merancang program pembinaan parenting yang mengintegrasikan teologi Reformed dan psikologi perkembangan untuk membangun resiliensi anak di GRII Batam. Penelitian menggunakan pendekatan mixed methods dengan survei kuantitatif dan wawancara semi terstruktur. Sampel penelitian kuantitatif terdiri atas 31 diad orang tua-anak usia 10-12 tahun. Wawancara dilakukan kepada 5 orang informan anak dan 5 orang informan orangtua. Resiliensi anak diukur dengan Child and Youth Resilience Measure-Revised, sedangkan gaya parenting orang tua diukur dengan Parenting Styles and Dimensions Questionnaire-Short Version. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak-anak dalam sampel umumnya memiliki resiliensi sedang hingga tinggi, meskipun masih terdapat anak yang memerlukan perhatian khusus. Mayoritas orang tua menunjukkan kecenderungan parenting otoritatif-dominan, tetapi wawancara memperlihatkan tantangan dalam konsistensi disiplin, komunikasi emosi, rekonsiliasi pasca-konflik, dan keterlibatan ayah. Analisis diad menunjukkan hubungan positif antara parenting otoritatif dan resiliensi anak, serta hubungan negatif antara kecenderungan otoriter atau permisif dengan beberapa dimensi resiliensi. Temuan kualitatif juga menegaskan pentingnya praktik rohani keluarga sebagai coping spiritual yang konkret, bukan sekadar rutinitas religius. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini merancang tujuh modul pembinaan parenting yang menekankan keamanan emosional, disiplin non-kekerasan, rekonsiliasi, keterlibatan ayah, coping spiritual, dan dukungan terhadap stres sekolah, teman sebaya, serta penggunaan gadget.