Abstract:
Penelitian ini membahas adaptasi retorika Paulus di Areopagus sebagaimana
dicatat di dalam Kisah Para Rasul 17. Fokus penelitian ini mengarah pada
analisis unsur-unsur retorika Paulus dengan menggunakan kerangka retorika
yang diusulkan Duane Litfin, yakni tradisi retorika, tujuan retorika, kekuatan
retorika, jangkauan retorika, adaptasi retorika, penilaian retorika, hambatan
retorika, imbalan retorika, dan persamaan agung retorika. Penelitian ini
dilatarbelakangi oleh pandangan Litfin yang menekankan bahwa Paulus
menolak retorika sebagai sumber otoritas Injil. Metode yang digunakan di
dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan eksegesis
dan analisis teks. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Paulus secara nyata
melakukan adaptasi retorika melalui penggunaan referensi budaya Yunani,
pola argumentasi publik, dan menggunakan titik temu kontekstual dengan
masyarakat Atena. Namun, retorika tersebut tidak menjadi dasar legitimasi
Injil, melainkan hanya sebagai sarana komunikasi. Dengan demikian,
penelitian ini menegaskan bahwa Paulus menggunakan retorika secara
fungsional dan kontekstual tanpa menjadikannya sebagai dasar otoritas Injil.
Dengan demikian, Areopagus memperlihatkan model komunikasi Injil yang
kontekstual tanpa kompromi teologis.