Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran tentang pengalaman pembentukan identitas Kristiani yang dialami remaja di Yayasan Sungai Kehidupan Borneo. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan metode penelitian teologi praktika dari John Swinton di mana pengumpulan datanya dilakukan melalui Focus Group Discussion (FGD) atau diskusi kelompok terfokus kepada delapan informan remaja di Yayasan Sungai Kehidupan Borneo, sesuai dengan kriteria yang telah ditentukan. Data-data yang didapati dalam penelitian ini, akan direkam, dicoding, dikategori dan dianalisis sehingga memunculkan tiga aspek penting dalam pembentukan identitas Kristiani pada remaja di Yayasan Sungai Kehidupan Borneo. Dari konstruksi ini dihasilkan tiga refleksi teologis. Tiga refleksi teologis tersebut adalah krisis identitas sebagai ruang karya Allah, pengalaman spiritual sebagai titik balik pembentukan identitas, dan pentingnya komunitas iman dalam pembentukan identitas kristiani remaja. Hasil penelitian ini memberikan kontribusi penting bagi pembinaan remaja di Yayasan Sungai Kehidupan Borneo dalam membentuk identitas Kristiani remaja dan bagi penelitian selanjutnya.