Abstract:
Bajem GKI Karanggawang Semarang, sebagai jemaat rintisan, saat ini telah menyelenggarakan sejumlah kegiatan pembinaan spiritualitas jemaat secara rutin, namun pembinaan masih bersifat umum dan belum dilaksanakan secara terstruktur, terintegrasi, dan transformatif sehingga dampaknya masih terbatas pada peningkatan pengetahuan, dan belum menghasilkan perubahan hidup yang signifikan. Selain itu, upaya penginjilan masih bersifat kegiatan (activity-oriented) dalam bentuk aksi sosial dan lebih ditujukan untuk membangun relasi dengan lingkungan sekitar. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sebuah model pembinaan spiritualitas jemaat yang lebih terstruktur, integratif, dan kontekstual, serta mendorong jemaat untuk terlibat secara aktif dalam penginjilan yang berorientasi pada kebutuhan (need-oriented evangelism). Program pembinaan “IMPACT” mengadaptasi 6 Tradisi Iman Kristen (Traditions of Christian Faith) untuk membangun formasi spiritualitas secara holistik yang tidak hanya membangun disiplin rohani pribadi tetapi juga komunal, pelayanan berdasarkan karunia, kepedulian sosial, dan orientasi misioner. Model pembinaan ini mengintegrasikan antara pembinaan umum, kelompok kecil, dan praktik pelayanan nyata (Proyek Kasih) sehingga pembinaan spiritual tidak berhenti pada transfer pengetahuan tetapi juga pengalaman transformasi yang tampak melalui tindakan kasih dan penginjilan yang juga diharapkan akan mendorong Bajem GKI Karanggawang Semarang bertumbuh menjadi jemaat dewasa.