Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk memahami pengalaman panggilan melayani kaum muda pada mahasiswa Sarjana Teologi konsentrasi Pelayanan Pemuda di Sekolah Tinggi Teologi Tenggarong serta membangun refleksi teologis mengenai panggilan pelayanan kaum muda. Penelitian ini menggunakan metode teologi praktika dengan pendekatan fenomenologis melalui wawancara kepada tujuh narasumber mahasiswa dan alumni Konsentrasi Pelayanan Pemuda (KPP). Data dianalisis melalui pendekatan fenomenologis dan teologis berdasarkan pendekatan John Swinton dan Harriet Mowat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa panggilan melayani kaum muda dipahami sebagai pengalaman personal yang dibentuk melalui pengalaman hidup, relasi, komunitas, dan keterlibatan pelayanan di tengah krisis kaum muda yang direspon dengan perasaan empatik. Dari temuan tersebut dirumuskan tiga refleksi teologis, yaitu panggilan sebagai inisiatif Allah yang dialami secara personal, panggilan sebagai proses formasi rohani dalam komunitas dan relasi, serta panggilan sebagai respons terhadap realitas krisis sebagai bagian dari misi Allah. Penelitian ini menekankan pentingnya pembentukan calon pelayan kaum muda yang bersifat spiritual-reflektif, relasional, kontekstual, dan missional dalam proses pembinaan di STT Tenggarong.