Abstract:
Penelitian ini bertujuan memahami pengalaman jemaat lanjut usia dalam menerima pelayanan visitasi di Gereja Kristen Indonesia (GKI) Pekanbaru, mengkaji dasar teologis pelayanan visitasi, serta merumuskan respons pastoral yang relevan dan kontekstual berdasarkan pengalaman tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dalam kerangka Teologi Praktika Richard R. Osmer. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dan observasi terhadap enam jemaat lanjut usia yang dipilih secara purposif dengan mempertimbangkan keragaman kondisi kehidupan mereka. Analisis dilakukan untuk memahami pengalaman dan pemaknaan partisipan terhadap kehadiran pastoral dalam pelayanan visitasi. Hasil penelitian menunjukkan empat temuan utama. Pertama, kondisi kehidupan yang beragam membentuk kebutuhan partisipan akan kehadiran visitasi. Kedua, kepastian dan kesesuaian pola komunikasi memengaruhi kenyamanan partisipan selama kunjungan. Ketiga, kehadiran tim visitasi dapat mengubah suasana emosional partisipan dari kecemasan menuju ketenangan. Keempat, visitasi menjadi ruang penguatan spiritual dan peneguhan peran partisipan dalam kehidupan bergereja. Temuan tersebut menunjukkan bahwa makna pelayanan visitasi tidak terutama ditentukan oleh frekuensi kunjungan, melainkan oleh kualitas kehadiran gereja yang peka terhadap konteks kehidupan setiap lansia. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini merumuskan respons pastoral yang menekankan priestly listening, keberlanjutan pendampingan, kejelasan komunikasi, konsistensi pelaksanaan kunjungan, serta pelibatan lansia dalam kehidupan persekutuan. Penelitian ini menegaskan pentingnya kehadiran pastoral yang personal, relasional, kontekstual, dan inkarnasional dalam pelayanan kepada jemaat lanjut usia.