Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk memberikan penjelasan tentang peran dialog
dalam menumbuhkan karakter anak usia sekolah. Latar belakang penelitian
ini berangkat dari adanya penurunan perilaku pada anak. Terdapat pola
pendidikan dari lingkungan keluarga dan sekolah yang juga berdampak pada
proses penumbuhan karakter anak. Dalam lingkungan keluarga, orang tua
cenderung menerapkan pola asuh otoriter dan permisif, sehingga tidak
memberikan ruang bagi untuk menyampaikan situasi dan kondisi dari
dirinya sendiri. Dalam lingkungan pendidikan di sekolah juga cenderung
mempraktikkan model pembelajaran satu arah dan hanya mengukur hasil
kemampuan kognitif anak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji
pendekatan dialog dalam menumbuhkan nilai dan karakter, serta
menjelaskan mekanisme dialog yang berperan dalam memfasilitasi proses
penumbuhan karakter anak usia sekolah. Penelitian ini menggunakan metode
kualitatif yang berbasis analisis data deskriptif dari sumber-sumber literatur.
Hasil penelitian menemukan bahwa model komunikasi satu arah kurang
efektif dengan kebutuhan perkembangan anak. Pendekatan dialog
memberikan partisipasi dua arah (pendidik dan anak) dalam proses
memahami dan menginternalisasi nilai-nilai yang disampaikan. Terdapat
lima prinsip dalam fondasi dialog, yaitu: menghargai anak, menciptakan
ruang aman, mengajukan pertanyaan, mendengarkan secara aktif, dan
memberikan apresiasi serta kritik yang membangun. Strategi praktis juga
diberikan bagi pendidik untuk menanamkan dan menginternalisasi nilai-nilai
melalui proses berdialog dengan anak.