Abstract:
Penelitian ini menganalisis proses pembentukan identitas sosial bangsa Israel
dalam Ulangan 7 dengan menggunakan perspektif Social Identity Theory (SIT),
yang dipelopori oleh Henri Tajfel. Dengan menggunakan metode SIT sebagai
pisau bedah untuk menganalisis Ulangan 7, penelitian ini menghasilkan tiga
temuan utama. Pertama, teks ini secara eksplisit menciptakan batasan
batasan kognitif yang tegas antara bangsa Israel (in-group) dengan tujuh
bangsa Kanaan (out-group) melalui kategorisasi sosial. Kedua, metode ini
memperlihatkan bahwa melalui identifikasi sosial, bangsa Israel
menginternalisasi identitas sosial yang diberikan YHWH kepada mereka, yang
didasarkan pada anugerah karena mereka dipilih meskipun mereka adalah
bangsa yang terkecil. Ketiga, analisis ini menunjukkan bahwa melalui
komparasi sosial, bangsa Israel mencapai superioritas di ranah spiritual
dibandingkan tujuh bangsa Kanaan, yang diekspresikan melalui kompetisi
sosial untuk menegaskan status mereka di tanah Kanaan.