Abstract:
Skripsi ini meneliti tentang ibadah Daud dalam 1 Tawarikh 15-16 dan
signifikansinya terhadap teologi dan praktik ibadah Kristen. Menurut 1
Tawarikh 15-16, ibadah Daud diadakan setelah Tabut Perjanjian Tuhan
ditempatkan di Yerusalem, yang menandakan kembalinya posisi sentral
kehadiran Tuhan di tengah Israel. Ibadah ini ditandai dengan puji-pujian
kepada Tuhan oleh seluruh Israel di hadapan tabut dan pengaturan orang
orang Lewi pilihan untuk melayani sebagai penyanyi dan musisi. Ada dua
aspek teologis yang ditekankan di dalam ibadah Daud, yaitu pelaku ibadah
dan musik dalam ibadah. Terkait aspek pelaku ibadah, ibadah Daud
menekankan eksklusivitas dan kekudusan pelayan serta partisipasi aktif
seluruh umat Tuhan dalam ibadah. Sedangkan terkait aspek musik dalam
ibadah, ibadah Daud menekankan penggunaan musik sebagai ekspresi
sukacita atas kehadiran dan perbuatan Tuhan serta sebagai kurban yang
dipersembahkan kepada Tuhan. Penelitian ini juga menunjukkan signifikansi
ibadah Daud terhadap teologi dan praktik ibadah Kristen. Sama seperti dalam
ibadah Daud, ibadah Kristen juga perlu menekankan status pelayan ibadah
sebagai orang percaya yang dikuduskan dan rancangan ibadah yang
memberikan ruang bagi jemaat untuk terlibat aktif. Musik juga seharusnya
menjadi sarana untuk mengekspresikan sukacita jemaat atas perbuatan dan
kehadiran Tuhan serta membawa mereka untuk memaknai musik sebagai
kurban persembahan kepada Tuhan.